Prof. Dr. dr. Syamsul Arifin

 

Pandemi Covid-19 telah membuat berbagai aktivitas sehari-hari setiap orang mengalami perubahan, seperti diskusi, seminar, bekerja, hingga belajar melalui virtual daring. Aktivitas yang banyak dilakukan  di rumah selama masa pandemi ini tidak sedikit menimbulkan perasaan lelah, bosan, hingga tingkat stres bagian sebesar masyarakat.

Sebagian besar masyarakat  membutuhkan penyegaran setelah dalam periode waktu yang lama menjalani beraktivitas sebagian besar di rumah.Keinginan ini semakin besar manakala pemerintah melalui Kementyerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mulai menggencarkan program CHSE(Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability) agar  agar kedua sektor tersebut dapat bangkit dan bertahan. Kebijakan ini semakin memperkuat keinginan masyarakat untuk berwisata karena dengan kebijakan ini meningkatkan kenyakinan masyarakat bahwa tempat wisata yang dituju telah aman. Hal ini karena melalui program ini:

  1. Cleanliness. Pada aspek kebersihan, secara umum pelaku usaha harus memastikan kebersihan pada tempat usahanya, seperti ketersediaan sabun cuci tangan atau hand sanitizeruntuk pengunjung. Memastikan tempat usaha selalu bersih, baik dari kuman, bakteri, maupun virus dengan penyemprotan disinfektan juga merupakan syarat dalam memenuhi aspek ini.
  2. Health. Dalam menjaga kesehatan di area usaha, pelaku usaha perlu menjaga kesehatan baik para pekerja maupun pengunjung. Mulai dari pengecekan suhu tubuh, pemakaian masker, hingga menerapkan pembatasan sosial dengan pengaturan jarak serta meminimalisasi kerumunan.
  3. Safety. Untuk menjaga keamanan serta keselamatan, pelaku usaha perlu menyiapkan prosedur penyelamatan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana atau kondisi darurat yang tidak diinginkan. Hal ini bertujuan untuk menjamin keselamatan orang-orang yang berada dalam area tersebut.
  4. Environment Sustainability. Pelaku usaha perlu memastikan bahwa usahanya telah menerapkan kondisi yang ramah lingkungan. Misalnya saja dengan  penggunaan perlengkapan dan bahan ramah lingkungan, hingga mengondisikan area agar terasa nyaman untuk pengunjung.

Meskipun pihak pengelola telah mempersiapkan penerapan protokol kesehatan, masyarakat juga harus bisa memilih destinasi  wisata yang aman.dari penyebaran virus corona. Saat ini sudah ada zona atau pemetaan wilayah berdasarkan risiko penyebaran corona.  Ada daerah yang tergolong zona hijau, kuning, oranye, atau merah. Status itu bisa diketahui dengan mengunjungi laman resmi Covid-19.go.id atau ke laman Covid-19 milik masing-masing pemerintah daerah. Disarankan untuk memilih lokasi hiburan di zona hijau yang relatif lebih aman.

Disamping lokasi tempat wisata adalah zona yang aman, sangat dianjurkan juga memilih  destinasi  ke tempat terbuka seperti pantai atau wisata pegunungan (outdoor). Tempat terbuka memiliki risiko penularan corona yang lebih rendah dibandingkan tempat tertutup. Pasalnya, ruangan tertutup tidak masuk cahaya matahari dan sirkulasi udara tidak sebagus di tempat terbuka.

Tempat terbuka menjadi pilihan yang aman untuk wisata mengingat virus  COVID-19  terutama menyebar dari orang ke orang di antara mereka dalam kontak dekat, dalam waktu sekitar 6 kaki (2 meter). Virus menyebar melalui tetesan pernapasan yang dilepaskan ke udara saat berbicara, batuk, berbicara, bernapas, atau bersin. Dalam beberapa situasi, terutama di ruang tertutup dengan ventilasi yang buruk, virus COVID-19 dapat menyebar ketika seseorang terpapar tetesan kecil atau aerosol yang tetap di udara selama beberapa menit hingga berjam-jam. Saat kita berada di luar, udara segar terus bergerak, menyebarkan tetesan ini sehingga  cenderung tidak cukup menghirup tetesan pernapasan yang mengandung virus yang menyebabkan COVID-19 terinfeksi. Berada di luar juga menawarkan manfaat guna membuat dorongan emosional lebih stabil  karena dapat membantu agar  tidak merasa terlalu tegang, stres, marah atau tertekan. Bahkan dengan berada di luar terutama pagi, sinar matahari dapat  dimanfaatkan tubuh  untuk sintesa vitamin D.

Meskipun demikian hal lain yang juga tetap harus menjadi perhatian agar risiko penularan Covid-19 kecil saat berwisata adalah memastikan bahwa kita dan anggota keluarga dalam keadaan sehat, memprioritaskan menggunakan transportasi pribadi, membawa sendiri peralatan pribadi ( peralatan makan/ minum, handuk,  sikat gigi,)  dan penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan menggunakan air dan sabun/ handsanitizer, menghindari kerumunan. Hal ini adalah untuk memperkecil kemungkinan penularan virus Corona.[]

Prof. Dr. dr. Syamsul Arifin adalah Guru Besar Ilmu Kesehatan dan anggota Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 ULM