Tidak terasa setelah libur lebaran Idul Fitri 1442 H, aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat mulai kembali bekerja. Bagi ASN disarankan tidak melaksanakan budaya mudik ke kampung halaman, walaupun masih banyak di antara mereka yang mudik keluar kota dan kembali ke tempat kerja.

Oleh: Muthia Elma

Professor Teknik Kimia, Anggota Tim Ahli Penanganan Covid-19 ULM

Perpindahan masyarakat antar kota tentunya bisa memicu meningkatnya penyebaran Covid-19. Ini dapat dengan jelas terlihat dari meningkatnya angka kasus positif di Kalsel sebelum dan setelah lebaran mulai dari 33.789 orang menjadi 33.940, Selasa 18 Mei 2021. Ini juga menambah kekhawatiran jikalau akan terjadi penularan ketika memulai pekerjaan di perkantoran pemerintah dan swasta.

Protokol kesehatan sebaiknya harus semakin ketat dilaksanakan dan hindari pelaksanaan halal bihalal yang memicu pengumpulan massa, termasuk di restoran-restoran yang kerap ramai pada jam makan siang.

Menurut pakar, lonjakan kasus penularan Covid-19 pada bulan Juni-Juli 2021 di Kalsel diprediksi akan terus naik, mengingat tingginya aktivitas mobilitas perkantoran setelah pasca lebaran. Apalagi terdapat bahaya ketika pasien tanpa gejala membawa virus saat mudik ke tempat bekerja.

Menurut BBTKLPP Banjarbaru, dari total keseluruhan menyebutkan bahwa diprediksi setidaknya terdapat 5 klaster penularan pandemi COVID-19 dalam periode satu tahun yaitu perkantoran, pabrik, sekolah, wisata dan kegiatan halal bihalal. Namun akan kembali turun pada November dan Desember 2021. Indikator efektivitas pelarangan mudik akan terlihat pasca libur lebaran.

Vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan harus terus dilakukan guna mewaspadai tingginya penyebaran Covid-19. Selain itu, Indonesia Watch for Democracy mendesak pemerintah agar membiarkan karyawan untuk Work From Home (WFH) pasca lebaran untuk mengantisipasi klaster perkantoran. Di lingkungan Kemenag Balangan sendiri, penerapan sistem shift WFH dan Work from office (WFO) pasca lebaran telah diberlakukan.

Sebenarnya, selain dari bertambahnya pasien Covid-19 akibat mulai dibukanya perkantoran pasca memperingati lebaran, sebelumnya ditandai dengan banyaknya masyarakat yang mudik keluar kota saja sebenarnya, sudah mulai memicu meningkatnya jumlah orang yang terpapar Covid-19 ini.

Ditambah lagi, dengan banyaknya masyarakat yang melaksanakan kegiatan takziah pada saat lebaran. Ini diperparah lagi dengan masih dilaksanakannya kegiatan buka puasa bersama selama bulan Ramadan tahun ini.

Ini menandai kalau kemampuan ketahanan tubuh masing-masing sangatlah ditentukan demi bisa bertahan dan terhindar dari terpaparnya Covid-19. Yang sangat perlu diantisipasi dan dikhawatirkan adalah terjadinya mutasi virus akibat terjadinya arus mudik, buka bersama, takziah, pasar tradisional dan kegiatan-kegiatan lainnya yang sifatnya menimbulkan pengumpulan massa.

Masyarakat harus jeli dan selalu waspada dari 1-2 bulan ke depan. Karena penyebaran virus ini bisa saja terjadi kapanpun dan dimanapun. Sebaiknya mulai dari lingkungan RT sampai ke pemerintahan, informasi dan kekhawatiran ini harus selalu diingatkan kepada seluruh masyarakat dimanapun berada.

Masyarakat juga selalu diimbau agar selalu waspada terkait apa saja yang harus dilakukan jika terpapar dan harus mempersiapkan diri untuk segera diisolasi di rumah masing-masing, di tempat-tempat isolasi yang disiapkan oleh pemerintah, serta menghubungi tenaga medis terdekat.

Terlebih lagi telah diinformasikan oleh pemerintah pusat kalau mutasi virus Covid-19 turunan B.1 dengan varian seperti B117 (yang teridentifikasi di negara Inggris), B1351 (yang teridentifikasi di negara Afrika Selatan), B1617.1 dan B1617.2 yang semua itu sudah dilaporkan diduga masuk ke Indonesia.

Kenyataan di lapangan, masyarakat tidak mengacuhkan lagi data penambahan kasus yang diumumkan dan di-update pemerintah. Jadi, edukasi dan informasi harus teus didengungkan, sehingga masyarakat selalu disiplin dalam menjalan protokol kesehatan.

Semoga pemerintah dan masyarakat selalu bekerja keras dan terus disiplin, serta terus memperketat pelaksanaan protokol kesehatan dimanapun berada, terutama selama bekerja di kantor. Hindari relaksasi yang akan mengakibatkan penyesalan. (*)

Sumber: Radar Banjarmasin, 21 Mei 2021.