Prof. Dr. dr. Syamsul Arifin

 

Masa pandemi sekarang ini, banyak  inovasi yang muncul terutama yang berkaitan dengan penggunaan masker sebagai salah satu bagian dari penerapan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penularan Covid-19. Terbaru muncul tren penggunaan masker yang disertakan tali pengait (Strap masker).

Tali pengait masker ini digunakan untuk  menggantungkan masker di leher sehingga masker tidak tertinggal ketika habis dilepas, terutama pada saat makan dan minum. Aktivitas seperti ini dari aspek kesehatan  sebenarnya tidak direkomendasikan. Namun tetap bisa digunakan jika hanya sebagai fashion sehingga dapat mendorong peningkatan penggunaan masker.

Masker yang digantung di leher pada saat dilepas justeru dapat memberikan dampak kesehatan yang merugikan bagi diri sendiri maupun orang lain.

Bagi diri sendiri

Lapisan luar  masker yang gantung kemungkinan akan terjadi kontak dengan kulit atau terpegang tangan kita. Selanjutnya jika kita tidak disiplin cuci tangan, maka tangan yang telah terkontaminasi tersebut tanpa sengaja atau sengaja menyentuh mata  atau hidung. Hal ini akan meningkatkan risiko tertular  Covid-19

Bagi orang lain

Lapisan dalam masker  sudah terkontaminasi oleh pernapasan, saat bicara, batuk ataupun bersin,  jika dibiarkan di ruang terbuka seperti digantung dengan tali masker maka bisa jadi sumber infeksi bagi orang lain. Hal ini perlu kita waspadai karena banyak orang yang terkonfirmasi positif namun tanpa gejala.

Oleh karena itu, pada saat melakukan aktivitas sehari-hari idealnya kita membawa masker cadangan. Sehingga jika sudah masker sudah terbuka sebaiknya kita menggunakan masker baru dan masker yang telah dipakai tersebut dimasukkan ke kantung kertas atau bahan lain  untuk disimpan sebelum dicuci atau dimusnahkan.

Mengingat protokol kesehatan lain seperti mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas saat ini sangat sulit untuk dijalankan dengan baik dan benar. Maka penggunaan masker menjadi suatu alat yang sangat penting dalam pencegahan penularan Covid-19. Lebih-lebih pada saat sekarang di tanah air sudah ditemukan varian virus baru corona B.117 yang menunjukkan tingkat penularan lebih tinggi. Oleh karena itu terutama pada saat kita berada di ruang publik dimana jaga jarak dan kerumunan sangat sulit dihindari dianjurkan untuk menggunakan masker dua lapis yaitu bagian dalam masker medis dan bagian luar masker kain 3 lapis agar diperoleh efektivitas proteksi sebesar 92%. Namun tidak dianjurkan menggunakan masker medis dua lapis karena dapat menciptakan celah yang menurunkan efektivitas masker. []

Prof. Dr. dr. Syamsul Arifin adalah Guru Besar Ilmu Kesehatan dan anggota Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 ULM